bukan tanpa alasan aku menulis postingan kali ini
setidaknya saya ingin sedikit menyampaikan harus ada yang di hargai atas sebuah perubahan untuk kemudian menghormati dari perubahan tersebut.
beberapa hari belakang, entah mengapa saya berfikir
"hingga detik ini, setidaknya saya sudah berani untuk berubah walau itu masih dalam proses"
...................................................
entah engapa, saya tiap kali berkaca hingga sekarang tidak menyangka bahwa saya bisa seberani ini memperbaharui penampilan wajah saya, bukan bermaksud untuk menipu bahwa saya yang tadinya tidak mempunyai alis kini sudah mempunyai alis walau setiap pagi saya harus mengukirnya bermenit-menit di depan cermin hingga saya berkata "oke, alis saya sudah seimbang" baru kemudian saya pergi kemana kaki ini akan membawa saya melangkah hari itu, begitu terus tiap harinya, setidaknya rutinitas ini saya lakukan sejak awal semester 5 hingga saya saat ini duduk di semester 6
saya, pribadi sebelum menyukai kegiatan ukir mengukir ini, sering berkata " Ah, buat apaan sih, ribet kali, hidup itu simpel aja, pakai bedak bayi biasa juga selesai kok"
hingga, saya sadar, bahwa idealisme ini terlalu munafik untuk tetap saya pertahankan ditengah harus adanya pencapaian diri lebih dalam hidup saya
lingkungan sedikit banyak mempengaruhi pribadi saya hari ini, individu sekeliling saya juga sedikit banyak memberi kontribusi bahwa hidup harus selalu berubah, jangan berfikir bahwa idealisme adalah sesuatu yang harus terus menerus saklek dipertahankan, namun realitas atas kehidupan perlu dilihat agar hidup selalu bisa berimbang mengikuti lingkungan yang kita pijak
saya saat ini tidak setuju dengan "cantik itu natural"
kenapa?
dian sastro dan raisa yang katanya cantik natural pun pasti mempunyai perawatan seabrek, skin care yang mumpuni untuk kulit yang memang terlihat cantik sekali, saya saja sebagai wanita sangat mengidolakan kedua wanita tersebut
namun, tidak ada yang natural
karena dibalik make up tipis yang terlihat indah, ada banyak usaha yang dilakukan jauh sebelumnya agar memang senatural itu penampilan sehari-hari
ada kutipan dari seleb tweet yang saya RT "Karena "cantikan ga makeup" adalah kata-kata yang dikeluarkan untuk orang yang salah make up." @chawrelia
saya juga setuju, karena setiap individu perlu belajar untuk make up yang cantik yang dibuat senatural mungkin, yang disesuaikan sama kondisi serta lingkungan yang sedang dia tempati
misal: kekampus tapi make upnya se-heitz saat ke pesta
itulah yang membuat orang berfikir, "kamu cantikan nggak make up"
tapi jangan kecil hati dibilang begitu, kamu hanya perlu berkaca tentang mengapa sekelilingmu berkata begitu, kamu hanya perlu membuka tutorial make up daily atau membaca perihal make up dail, bukankah hidup perihal belajar, belajar dan belajar? begitu juga dengan make up. semakin mengerti untuk memisahkan make up daily dengan ke pesta, bisa di pastikan, kalimat di atas tidak akan menghantui hari-hari kamu
saya juga tidak setuju dengan "cantikan kamu dulu deh, tanpa make up, masih polos gitu"
bukan berarti saya menyembah segala hal mengenai make up
sekarang, apa hidup masih harus terus mempertahankan hal yang seharusnya bisa di ubah ke lebih baik namun karena idealisme yang saklek hingga membuat itu tabu untuk dilakukan?
saya tadinya berfikir begitu, namun seiring banyaknya orang baru yang masuk dalam kehidupan saya, seiring dengan circle saya saat ini, saya sadar, hidup tidaklah seru jika hanya putih, berikan gincu-gincu pewarna pada wajah indahmu, membuat cantik diri sendiri itu tidak ada salahnya bukan? bukan juga ingin menipu banyak orang dengan make up yang melapisi kulit, namun tampil seindah mungkin juga akan menyenangkan diri sendiri, percayalah, saya sudah membuktikan itu, saya bahagia dengan make up daily saya saat ini
tapi saya setuju dengan perkataan "bagus nih begini, pertahaninlah tapi ya jangan berlebihan juga sih"
iya, saya setuju jika ada orang lain yang menerima penampilan saya sekarang terutama make up saya, baik teman lama atau orang baru dalam hidup saya
kembali lagi,
make up adalah sebuah perubahan dari diri seorang yang bisa mengubah dan menerima saran untuk kemudian di hargai oleh lingkungan tentang perubahannya dan kemudian di hormati tentang pilihannya untuk selalu terlihat indah dikhalayak ramai.
saya senang dengan perubahan saya sekarang, dan saya juga sangat berterima kasih dengan orang lain yang mau menerima perubahan saya, usaha saya untuk menjadi lebih baik dapat diterima dan dihargai serta keputusan saya untuk memakai make up bisa di hargai adalah reward bagi saya atas usaha saya untuk menjadi indah, tentunya saya juga ingin berkata, saya adalah pemilik alis tipis yang terdiri dari bulu halus yang saat ini sudah bahagia dengan alis ukiran saya yang tentunya jauh dari kesan ulat bulu seperti kebanyakan meme comic perihal alis wanita kekinian, dan saya juga menerima saran dengan senang hati apabila gincu di bibir saya sudah kelewat merah, tapi entah mengapa saya jatuh cinta sekali dengan gincu-gincu merah itu, ah iya terima kasih juga lingkungan baru serta individu yang memotivasi saya untuk akhirnya memutuskan tidak lagi saklek akan "cantik itu natural" tapi saya sadar bahwa "cantik itu adalah tampil seindah mungkin di khalayak luas"
salam make up by ayu yang baru 2 semester nyoba-nyoba make up dan seneng make up daily untuk ke kampus dan main sama temen
setidaknya saya ingin sedikit menyampaikan harus ada yang di hargai atas sebuah perubahan untuk kemudian menghormati dari perubahan tersebut.
beberapa hari belakang, entah mengapa saya berfikir
"hingga detik ini, setidaknya saya sudah berani untuk berubah walau itu masih dalam proses"
...................................................
entah engapa, saya tiap kali berkaca hingga sekarang tidak menyangka bahwa saya bisa seberani ini memperbaharui penampilan wajah saya, bukan bermaksud untuk menipu bahwa saya yang tadinya tidak mempunyai alis kini sudah mempunyai alis walau setiap pagi saya harus mengukirnya bermenit-menit di depan cermin hingga saya berkata "oke, alis saya sudah seimbang" baru kemudian saya pergi kemana kaki ini akan membawa saya melangkah hari itu, begitu terus tiap harinya, setidaknya rutinitas ini saya lakukan sejak awal semester 5 hingga saya saat ini duduk di semester 6
saya, pribadi sebelum menyukai kegiatan ukir mengukir ini, sering berkata " Ah, buat apaan sih, ribet kali, hidup itu simpel aja, pakai bedak bayi biasa juga selesai kok"
hingga, saya sadar, bahwa idealisme ini terlalu munafik untuk tetap saya pertahankan ditengah harus adanya pencapaian diri lebih dalam hidup saya
lingkungan sedikit banyak mempengaruhi pribadi saya hari ini, individu sekeliling saya juga sedikit banyak memberi kontribusi bahwa hidup harus selalu berubah, jangan berfikir bahwa idealisme adalah sesuatu yang harus terus menerus saklek dipertahankan, namun realitas atas kehidupan perlu dilihat agar hidup selalu bisa berimbang mengikuti lingkungan yang kita pijak
saya saat ini tidak setuju dengan "cantik itu natural"
kenapa?
dian sastro dan raisa yang katanya cantik natural pun pasti mempunyai perawatan seabrek, skin care yang mumpuni untuk kulit yang memang terlihat cantik sekali, saya saja sebagai wanita sangat mengidolakan kedua wanita tersebut
namun, tidak ada yang natural
karena dibalik make up tipis yang terlihat indah, ada banyak usaha yang dilakukan jauh sebelumnya agar memang senatural itu penampilan sehari-hari
ada kutipan dari seleb tweet yang saya RT "Karena "cantikan ga makeup" adalah kata-kata yang dikeluarkan untuk orang yang salah make up." @chawrelia
saya juga setuju, karena setiap individu perlu belajar untuk make up yang cantik yang dibuat senatural mungkin, yang disesuaikan sama kondisi serta lingkungan yang sedang dia tempati
misal: kekampus tapi make upnya se-heitz saat ke pesta
itulah yang membuat orang berfikir, "kamu cantikan nggak make up"
tapi jangan kecil hati dibilang begitu, kamu hanya perlu berkaca tentang mengapa sekelilingmu berkata begitu, kamu hanya perlu membuka tutorial make up daily atau membaca perihal make up dail, bukankah hidup perihal belajar, belajar dan belajar? begitu juga dengan make up. semakin mengerti untuk memisahkan make up daily dengan ke pesta, bisa di pastikan, kalimat di atas tidak akan menghantui hari-hari kamu
saya juga tidak setuju dengan "cantikan kamu dulu deh, tanpa make up, masih polos gitu"
bukan berarti saya menyembah segala hal mengenai make up
sekarang, apa hidup masih harus terus mempertahankan hal yang seharusnya bisa di ubah ke lebih baik namun karena idealisme yang saklek hingga membuat itu tabu untuk dilakukan?
saya tadinya berfikir begitu, namun seiring banyaknya orang baru yang masuk dalam kehidupan saya, seiring dengan circle saya saat ini, saya sadar, hidup tidaklah seru jika hanya putih, berikan gincu-gincu pewarna pada wajah indahmu, membuat cantik diri sendiri itu tidak ada salahnya bukan? bukan juga ingin menipu banyak orang dengan make up yang melapisi kulit, namun tampil seindah mungkin juga akan menyenangkan diri sendiri, percayalah, saya sudah membuktikan itu, saya bahagia dengan make up daily saya saat ini
tapi saya setuju dengan perkataan "bagus nih begini, pertahaninlah tapi ya jangan berlebihan juga sih"
iya, saya setuju jika ada orang lain yang menerima penampilan saya sekarang terutama make up saya, baik teman lama atau orang baru dalam hidup saya
kembali lagi,
make up adalah sebuah perubahan dari diri seorang yang bisa mengubah dan menerima saran untuk kemudian di hargai oleh lingkungan tentang perubahannya dan kemudian di hormati tentang pilihannya untuk selalu terlihat indah dikhalayak ramai.
saya senang dengan perubahan saya sekarang, dan saya juga sangat berterima kasih dengan orang lain yang mau menerima perubahan saya, usaha saya untuk menjadi lebih baik dapat diterima dan dihargai serta keputusan saya untuk memakai make up bisa di hargai adalah reward bagi saya atas usaha saya untuk menjadi indah, tentunya saya juga ingin berkata, saya adalah pemilik alis tipis yang terdiri dari bulu halus yang saat ini sudah bahagia dengan alis ukiran saya yang tentunya jauh dari kesan ulat bulu seperti kebanyakan meme comic perihal alis wanita kekinian, dan saya juga menerima saran dengan senang hati apabila gincu di bibir saya sudah kelewat merah, tapi entah mengapa saya jatuh cinta sekali dengan gincu-gincu merah itu, ah iya terima kasih juga lingkungan baru serta individu yang memotivasi saya untuk akhirnya memutuskan tidak lagi saklek akan "cantik itu natural" tapi saya sadar bahwa "cantik itu adalah tampil seindah mungkin di khalayak luas"
salam make up by ayu yang baru 2 semester nyoba-nyoba make up dan seneng make up daily untuk ke kampus dan main sama temen


Tidak ada komentar:
Posting Komentar