mengerti maksud dari judul diatas ?
itu adalah bagian dari jalan cerita hidup saya sebagai seorang anak, seorang adik, seorang perempuan dan seorang yang akan memimpin dirinya sendiri dikala masih saja sendiri.
itu adalah bagian dari jalan cerita hidup saya sebagai seorang anak, seorang adik, seorang perempuan dan seorang yang akan memimpin dirinya sendiri dikala masih saja sendiri.
saya pernah merasakan bagaimana rasanya berhenti sekolah satu tahun, dalam kata lain oke gue akan pending dulu karena ini adalah perintah mama dan bapak, tadinya saya nggak mau untuk berhenti sekolah, disini maksudnya berhenti sekolah setahun itu ketika saya lulus Sma lalu ingin melanjutkan ke PTN saya tidak lolos, sedangkan orangtua tetap menginginkan saya untuk di PTN saja karena berbagai alasan, selain kami sekeluarga dengan perekonomian yang menengah kadang kebawah, biaya persemester di PTN juga lebih murah dan orangtua saya juga kurang sanggup untuk membiayai pendidikan saya jika tetap ngotot ingin ke PTS, ya entah saya mendapat bisikan malaikat dari mana hingga saya yang keras ini bersedia menurut untuk tidak terlalu ngoyo mengikuti jejak teman untuk langsung kuliah.
ya setahun saya benar-benar menjadi pengangguran dirumah, hanya sekedar membantu orangtua dirumah, dan banyak kejadian juga selama saya menganggur saya jadi sadar bahwa saya ini makhluk paling egois se-rumah haha malu rasanya jika mengingat itu sekarang, tapi yasudah itu akan menjadi pembelajaran saya dan saya tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti itu karena sekarang saya sudah harus lebih berfikir.
dalam setahun ini juga saya mengetahui sahabat yang benar benar sahabat, sahabat yang tetap berada dibarisan depan selain keluarga untuk mendukung saya ketika saya berada dalam posisi ingin memberontak ketika saya berfikir kenapa saya harus berhenti.
setahun yang panjang, setahun yang membosankan, setahun yang meninggalkan ketertinggalan antara saya dan rekan seangkatan baik dari TK,SD,SMP & SMA, ya saya tertinggal, saya merasa ilmu yang didapatkan mereka sudah lebih banyak daripada saya, saya berfikir apa saya bisa untuk mengejar ketertinggalan ini, sungguh rasanya saya putus asa dikala itu.
setahun berlalu, hingga akhirnya saya mengikuti bimbel dan mendaftar bersama mama, diantar mama, dan mencari kosan bersama mama, well sekedar info saja, mama dan bapak adalah dua anugrah terbaik di dunia yang saya miliki sampai kapanpun.
hingga akhirnya test PTN untuk kedua kali, hingga akhirnya saya juga diTERIMA di PTN tempat saya sekarang menimba ilmu dan ya saya akan menjadi seorang sarjana yang akan insyaallah mengangkat derajat keluarga saya, membahagiakan kedua orangtua serta saya akan mengejar ketertinggalan setahun tersebut tepat disaat saya sudah dinyatakan lulus nanti.
mengertikah berfikir yang dimaksud?
-jika saya tetap ngotot untuk kuliah di PTS MAKA saya mungkin akan lebih memberikan beban berkali-kali lebih berat dipundak kedua orangtua saya karena biaya yang setinggi langit untuk persemesternya, biaya yang setinggi langit juga untuk hidup disana terlebih jika saya jadi kuliah di kota itu, saya tidak mungkin untuk tidak memikirkan harga "gengsi" TAPI karena saya berhenti setahun MAKA saya setidaknya bisa menghemat uang persemester yang jika di PTS untuk 1x bayar MAKA di PTN tempat saya bisa untuk 3x bayar semester, hebat bukan? dan lagi biaya hidup, saya berfikir beruntung saya ditempatkan disebuah tempat kuliah yang jauh dari hingar bingar kota MAKA biaya pengeluaran hidup pun saya bisa menghandle lebih cerdas lagi dan disini saya tidak memikirkan bahwa saya hidup harus mempunyai "gengsi" ya saya ditempatkan disitu oleh Tuhan mungkin dengan maksud kuliah aja yang bener nggak usah mikirin mau hangout kemana begitu kurang lebihnya, dan mungkin saya juga lebih bisa berhemat karena saya masih bisa menabung dari uang kiriman yang didapat dari hasil kerja keras orangtua saya tersebut, tidak banyak, tapi persemester kemarin saya mencoba untuk menabung bisa terkumpul hampir sebulan untuk duit kiriman saya
-jika saya tetap ngotot untuk tidak berhenti satu tahun MAKA saya pasti akan ikut di kurikulum 2011, bukan berada dikurikulum pembaharuan 2012, karena kurikulum 2012 lebih "oke" lebih banyak matakuliah baru yang diajarkan hingga dengan biaya persemester sama dengan angkatan 2011 tetapi saya mendapatkan lebih banyak ilmu dibandingkan dengan kakak tingkat saya
-jika saya tetap ngotot untuk kuliah di PTS dan itu artinya saya harus stay di Lampung maka saya tidak akan pernah berjalan-jalan di sumatera selatan, saya nggak mungkin kenal teman-teman disana, saya nggak mungkin bakal kenal apa itu tekwan, model dan makanan asli sana, saya nggak mungkin bisa bahasa sana dan saya nggak mungkin bisa bertemu keluarga teman-teman yang sangat baik terhadap perantau seperti saya.
banyak hikmah dari berfikir yang kemudian saya bisa berjalan dengan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya, saya berfikir semua orangtua pasti tahu akan bagaimana yang terbaik untuk anaknya, dan begitu juga Tuhan akan punya rencana indah dibalik kesabaran manusia, dibalik kesabaran orangtua yang tidak pernah bosan memberi nasehat pada anaknya yang terbilang "bandel" ini dan orangtua pasti mempunyai suatu feeling tersendiri bahwa anaknya akan bisa melalui ini pasti bisa seperti anak yang lain pasti, maka dari itu orangtua sayapun berani memastikan bahwa saya tidak sia-sia berhenti setahun karena pada akhirnya saya akan mendapat satu kursi di PTN, jika difikir inilah rangkaian cerita yang harus dilalui namun dalam melaluinya bukan tidak sering juga saya masih terjatuh terlebih jika melihat banyak teman saya yang sudah akan bahkan akan lulus dari perkuliahannya, saya merasa sedikit berkecil hati tapi kemudian saya selalu berfikir bahwa saya bisa mengejar ketertinggalan ini, nanti pasti ada saatnya dan seperti yang saya bilang tadi setelah lulus saya akan mengejar lagi apa yang telah banyak teman saya lakukan. dari sini saya berani juga mengatakan bahwa saya berani melampaui apa yang saya impikan asal saya tetap berada dijalur kedua orangtua saya, saya bangga menjadi anak dari kedua orangtua saya, dari sini selalu terfikir cara bahwa sayapun pasti bisa membahagiakan kedua orangtua saya seperti teman-teman saya membahagiakan kedua orangtuanya, dan jangan pernah takut untuk berhenti sejenak istirahat sejenak dan dalam berhenti itu berfikirlah matang berfikirlah bahwa kamu akan siap untuk terus berlari sprint agar bisa mencapai finish dengan cepat selama kamu berhenti tersebut, berhenti untuk kembali mengisi energi berhenti untuk kembali mengisi sudut mana yang harus diperbaiki dan berhenti untuk menyusun apa saja goal yang harus kamu capai selama berlari nanti, BELIEVE IT I CAN SUCCESS!!!