2015/02/16

3 Bulan Terbodoh

3 bulan aku merasa seperti orang paling tidak berguna
entahlah, aku merasa penyesalan seumur hidup pun tidak akan mampu membayar 3 bulan itu
3 bulan aku menjadi orang asing, iya aku sendiri yang memilih menjadi orang asing
sebegitu asingnya hingga aku bisa dengan nekat berdiam diri ditengah hirukpikuk hidup


3 bulan penuh emosi
3 bulan penuh keegoisan
3 bulan kekanak-kanakan
3 bulan tertolol
3 bulan terbodoh
3 bulan aku menjadi orang yang mungkin bisa di murka Tuhan

hingga saat ini, ini adalah sebuah perjalanan hidup terbodoh
sebuah cerita yang mungkin cukup aku saja yang bisa menyesalinya

maaf dari aku untuk orang yang diciptakan Tuhan menemani hariku selama 3 bulan itu
maaf dari aku yang tidak tahu diri
maaf dari aku yang bisa sebodoh itu
aku menyesal hingga nanti

2015/02/07

Kamu Yang Aku Ingat

yang aku ingat
aku dan kamu, ah iya aku belum bisa menyebut menjadi kita bukan?
iya, mungkin saat ini belum, tapi aku juga tidak pernah menginginkan kita ada
karena aku tahu, ini sudah berjalan dengan ritme yang lamban
kenapa lamban? setidaknya bukan satu dua hari, tetapi beberapa tahun
seingatku begitu jadi masih jauh sekali untuk menjadi kita....

aku juga terkadang percaya akan kejahilan semesta
disaat aku benar-benar ingin menyerah
entah mengapa,
Tuhan seperti memperlihatkan lagi bahwa kamu benar nyata
disaat aku yakin
entah mengapa
Tuhan seperti menarik kamu dari duniaku

iya, aku menamainya kejahilan semesta
bukan sekali atau dua kali
aku bahkan sudah lelah menghitung perihal ini

pertemuan-pertemuan kita
degup jantung yang rasanya seperti habis berlari keliling kampus
jemari tangan yang rasanya seperti tergenang di es tawar
kaki yang tidak berhenti berjalan kesana-kemari
mulut yang meracau tidak jelas
serta mata yang selalu terlihat berfikir
untuk bagaimana nantinya pertemuan (kita) nanti.

ah, berlebihan memang
tapi memang begitu nyatanya
bisa dibilang aku nyaris tidak pernah begini
sekalipun tidak pernah
tapi nyatanya apa?
Tuhan memberi ini apabila aku bertemu dengan seorang yang memiliki tawa renyah sekali
iya, aku ingat, tertawamu memang semengalir itu
bahkan aku nyaris tidak pernah lepas dari senyumku
oh iya aku bisa dibilang salah tingkah


sebegitunya ya kamu?
sebelumnya aku pernah menulis tentang kamu, jadi ini masih tentang kamu (lagi)
tapi kamu bilang bukan bahwa kamu memang memprioritaskan urusanmu dahulu?
kamu yang aku ingat selalu menyuruh aku sabar
kamu yang aku ingat selalu menatap aku dalam diam
kamu yang aku ingat belum pernah mempermasalahkan kekuranganku
kamu yang aku ingat hanya berbicara seperlunya bila tidak bertemu
kamu yang aku ingat selalu menuruti permintaan aku
ini masih sedikit

karena aku masih menjadi aku dan kamu masih menjadi kamu
nanti mungkin saat Tuhan meletakkan di satu garis
akan ada banyak lagi yang akan aku ingat tentang kamu

hei, terima kasih untuk rasa debar yang terus datang disaat tidak mencinta dalam pertemuan-pertemuan (kita) selama ini, aku yang selalu dalam sabar menunggu kamu untuk (kita) nantinya.