Ini hari rabu, oke seperti bias ini
sudah masuk bulan februari. Well, aku sudah kembali masuk kuliah sejak 15
januari lalu ya, jadi sekarang aku sudah duduk di tingkat 4 sebagai mahasiswi
sosiologi. Ahh aku lupa aku sudah sering sekali bercerita tentang kehidupan
kuliahku ya. . . tapi ya gimana ini dunia yang aneh buat aku.
Aku
nggak tau kenapa kok bisa masuk dijurusan ini, sebenernya bukan hal baru lagi
masalah sosiologi ini karena basic-nya sendiri aku yang orang social sudah
kenalan sama sosiologi sejak Sma ya. Jelas sih aku kan memang anak IPS, so
sosiologi sudah menjadi teman akrab banget. Tapi nggak ngerti kenapa kok
sekarang bisa duduk sebagai calon sosiolog dengan gelar S.Sos ini. Dulu waktu
Sma jurusan sosiologi itu awam banget buat aku, ohh ada ya jurusan sosiologi
itu, jurusan ini nggak terkenal . . . sosiologi sendiri letaknya dalam fakultas
ilmu social dan politik yang biasa disingkat FISIP atau fakultas ilmu santet
dan ilmu pellet ehh salah deng hahaha, okee fisip ini sendiri mungkin pamornya
masih kalah bingit disbanding FE, FKIP, atau fakultas jurusan IPA lainnya. .
bahkan untuk kategori FISIP sosiologi itu juga kurang punya nama juga sih, jauh
diatas sosiologi ada Ilmu Komunikasi, lalu deretan jurusan Administrasi baik Negara,
Bisnis, ataupun lainnya yang aku sendiri kurang hafal. Nah untuk Ilmu
Komunikasi pasti banget sudah punya nama karena jurusan ini oke punyalah
menurut aku sendiri ya. Nah jadi Sosiologi itu sebenernya gimana, kok bisa
nggak terkenal? Sebenernya terkenal sih ya, Cuma kurang ada pamor sendiri
khusus untuk sosiologi ini, aku saja yang mengambil jurusan ini merasakan kenapa
sih aku bisa milih ini, aku bisa disini, mau jadi apa aku nanti dengan jurusan
sekarang?
Duhh
kalau dijabarin satu-satu bakal panjang hahaha. Btw, waktu pertama kali aku
belajar aku mikir, aku salah jurusan nggak sih, kok abstrak gini, apaan sih ini
yang dibahas? Segala macem politik, berbagai macam interaksi, berbagai macam
ilmu untuk menghadapi gejala social dimasyarakat, berbagai macam ilmu sosiolog,
istilah, beberapa deret nama tokoh sosiologi baik klasik, modern, ataupun
postmo . . . aku heran, kenapa banyak banget ilmu kajiannya? Kok nggak just it sociology
. . kenapa malah menjalar kemana-mana. .
. ini apa sih sebenernya?
Ditengah
kebingungan ini bukan hanya aku saja sih yang bingung tapi banyak kawan
seperjuangan di jurusan ini yang bingung juga sama ke-Abstrakannya itu lohh :3.
Ya ibarat kata sejurusan ini sama-sama menyelami dunia Abstrak ini. Aku sendiri
nyoba baca situasi sekarang, nyoba nyari identitas aku sebagai sosiolog . .
karena ya ini sudah kejebur, mau minggir sudah males, satu-satunya jalan yaudah
jalan kedepan, nyari sendiri batu pijakan yang kuat gitu biar tahan biar tahu
gimana caranya nemuin identitas diri sebagai sosiolog. Nyari kiblat sendiri
sebagai individu ini mau mengikuti gaya khasnya siapa dari tokoh sosiologi baik
dari klasik modern, ataupun postmo . . cari sendiri gaya bahasa yang asik yang
bisa banget mix and macth sama teori yang ada, cari sendiri aku ini model agen
sosiolog yang jenis apa sih ya? Ya mencoba menerjemahkan ke-Abstrakan Sosiologi
itu apalah.
But,
sebagai calon Sosiolog yang nggak mau hanya di judge sebagai manusia Abstrak
yang menganalisis gejala social tanpa teori itulah mulai dari sekarang yang
kata orang jawa trisno jalaran soko kulino ( ehh entah betul apa salah bahasa
jawanya hahha ) makin jalan kesini makin banyak ngabisin waktu berdua, makin
sering ketemu, makin menyelami teori-teorinya, makin harus memahami pribadinya,
makin kesini makin dapet aja sih feel-nya . . . ya gimana keseringan bareng
dari semester satu jadi ya mau nggak mau, suka nggak suka . . ujung-ujungnya
ini yang harus dilanjutin walaupun passion aku sebenernya bukan disini . .
setidaknya aku bahagia bisa sedikit membagi celotehan kecilku, membagi ide-ide
gagasan aku, membagi sedikit kritik pedasku terhadapn gejala social maupun
politik di Negeriku. Heeyy, bahagia banget loh bisa dengan mudahnya mengkritik
tugas pemerintah dan gejala social lewat ribuan kata bernama tugas kuliah itu,
setidaknya saat ini aku lagi nemuin banget nih “klik” nya aku dibagian mana
buat sosiologi, nemuin banget zona “ternyaman” buat ayo dong sosiologi itu
menarik kok, kamu hanya memerlukan sedikit jiwa social mu ditinggikan nih agar
mengerti gimana cara menganalisisnya dengan teori-teori itu sebagai alatnya . .
aku menyamainya dengan passion aku di dunia memasak saja sekarang, jadi gejala social
itu bahannya sedangkan teori dengan berbagai macam perspektif itu adalah
alat-alat untuk mematangkan masakanku, well jika berhasil maka masakan aku akan
enak diterima begitupun dengan analisisku akan mudah untuk diterima oleh para
pembaca yang dalam kategori ini ialah beliau para dosenku.
Well,
untuk lapangan pekerjaan nggak usah bingung lagi, sosiolog itu banyak
penempatannya, mulai dari as consultant, as HRD at office, pegawai bank, dosen
tentunya, as teacher juga bisa, mendirikan sebuah Lsm bahkan jadi ibu rumah
tangga yang amat sangat menjadi idaman mertua-pun bisa sebagai sosiolog ini
hahaha well banyak banget kok, tergantung kitanya, disosiologi kan diajarin
cara bersosialisasi yang baik, jaga attitude yang sepantasnya, dan dari situ
bukan semua berawal untuk dimulai. So, aku mulai menyelam, aku mulai jatuh hati
pada sosiologi diawal semester 4 ini sih, disaat temen lainnya mungkin sudah
dari lama menemukan zona “nyaman” nya, tapi tidak ada kata terlambat bukan, dan
dunia Abstrak ini adalah dunia baruku,
dunia yang akan menjadi dunia keduaku yaitu berada dibalik berbagai kata
beralaskan teori yang siap aku luncurkan kapan saja. Jadi sarjana Sosiologi-pun
masih lumayan jarang sih di Indonesia 8”)))
Ini
ada beberapa kutipan dosen yang masih aku inget sampai sekarang bahwa “tidak
ada tanjakan yang melebihi lutut seorang pejalan by Pak dadang dosen MPS
semester 3” lalu baru kemaren aku dapet kata-kata ini “selama masih ada manusia
dibumi, selama itu juga sosiolog masih akan dibutuhkan by mba vieronica dosen
PerSos”. Nyeesss banget kan 8))))
By
the way, itu tadi sedikit cerita aku mengenai jurusan aku, ya kali ada yang
salah maaf deh ya namanya juga masih semester 4 8))) semoga disemester
berikutnya aku makin melebur bersama sebuah kata bernama Sosiologi ini, see u
yaaa