Kalian tahu bagaimana rasanya
menciptakan irama tuktoktuktok dari sebuah sepatu heels dari langkah kalian?
Bahagia sekali, ya ini memang kali pertamanya aku melangkah keluar dari unit apartementku
menggunakan sepatu dengan tumit yang terangkat jauh keatas serta disunggi
dengan hak yang tingginya sekitar 11 cm. diumurku yang sudah 22 tahun ini, aku
yang baru lulus dari strata satuku dari sebuah universitas yang memberi gelar
padaku S.Psi, ya aku seorang psikologi muda yang hari ini pertama kalinya
berstatus sebagai seorang consultant disebuah perusahaan ternama yang memang
menjadi goalku setelah aku lulus.
Memakai heels tidak sesederhana
menyeduh coffee untuk teman dimalam hari, pagi hari bahkan saat senja disaat
masa kuliahku, memakai heels tidaklah semudah mendukung kamu berkarier dalam
pekerjaanmu sebagai teknisi ahli pertamina, memakai heels tidak semudah aku
berani keluar dari kotaku untuk menggapai sebuah masa depan, memakai heels
tidaklah juga semudah aku membelinya.
Ah, aku
mungkin terlalu berlebihan, karena disaat wanita lain sudah sejak umur belasan
terbiasa dengan sepatu khas wanita itu, aku bahkan baru memulainya di umur 22th
ini. Ya, aku memang terlambat untuk bersahabat dengan sepatu penimbul irama
merdu tersebut. aku masih ingat saat kamu; pulang dari tugasmu ditengah laut
sana kemudian kamu dengan sabarnya menemani aku memilih sepatu heels ini
disebuah butik ternama ditengah plaza ini. Kata kamu, aku sudah seharusnya
memang menggunakan sepatu ini, kata kamu aku sudah harus sedikit berjalan lebih
anggun daripada ketika aku menggunakan converseku. Ah aku bahkan mendapat
pujian dari orangtuaku saat aku mengirimi beliau foto tentang aku yang hari ini
menjadi wanita yang sebenar-benarnya wanita.
Aku kira
mudah menggunakan ini, ternyata benar katamu. Aku harus lebih mewanitakan
diriku sendiri, aku harus lebih anggun, aku harus lebih stabil dalam berjalan.
Hey, kamu cepatlah pulang kesini, kita harus berjalan-jalan dengan sepatu heels
baruku pilihan kamu yang sangat anggun ini. Kita harus berjalan bersama, berdua
menuju masa depan kita dengan sepatu heelsku yang mengantarkan aku pada
pekerjaan consultant dan sepatu bootsmu yang mengantarkan kamu pada teknisi
ahli pertamina itu, aku yang merindukan kamu, Violan Putri Bramasta.