Siang,
ketika baru saja menjalankan perintah sebagai makhluk beragama, ada kejadian
yang membuat diri ini hening, diam, bahkan meminta Tuhan ulang ke lima detik
lalu bisakah?
Ya,
siang itu lipstick merah marunku terluka, ah bukan terluka, apa ya gompel atau
apalah yang jelas aku sendiri seperti ada yang hilang melihat keadaan lipstick sudah
ada cela di bagian pengoles bibirnya terkena tutup lipstick itu sendiri. Iya,
ini sudah kesekian kalinya meratapi barang kesukaan sejak aku gadis ini setelah
maskaraku jatuh, bedakku retak saat ku letakkan dalam tas dan ku taruh dibagasi
motor, eyeshadowku jatuh tapi tidak retak *bersyukur*, dan kemarin siang adalah
lipstikku rusak akibat ulahku sendiri yang ceroboh
Tapi
dari sini aku sadar, bahwa aku sudah beranjak dewasa dari masa remajaku, ya
gadis bungsu mama ini bukan sekedar lagi meminta alat masak – masakkan, merajuk
ketika tidak diberikan mainan BP – BPan yang ada tokoh sailormoon atau Barbie lengkap
dengan baju, aksesoris, bahkan alat make–upnya.
Jelas,
aku tahu, perihal patah bukan lagi hanya perkara hati, patah sudah ke berbagai
sisi, bahkan alat make up bisa membuat penyeselan tiada habis dan meminta Tuhan
mengulang 5 detik kebelakang agar tidak lagi ceroboh, lainnya aku tahu hidup
bukan lagi perihal sekedar cinta di usia ini, bukan lagi perihal patah hati
ketika gebetan berpaling, bukan sekedar php bahwa dia tidak memilih kita namun lebih
dari itu, hidup tentang keindahan untuk mempercantik diri, hidup perihal
menjaga sebaik mungkin apa yang kita punya, hidup perihal berhati – hati untuk
tidak ceroboh akan hal yang kita jaga sepenuhnya, hidup perihal menghargai apa
yang kita punya sedikit atau sebanyak apapun barang itu, hidup perihal pelan
tapi pasti ketika sedang santai, hidup perihal berlari untuk menjadi yang terbaik
ketika ritme sedang tinggi, serta hidup adalah perihal bahwa fase akan selalu
berubah seiring dengan usia, pengalaman hidup, lingkungan serta apa saja yang
telah diperoleh untuk kemudian bisa dilihat orang banyak bahwa kita benar hidup
dalam hidup kita sendiri.