2013/11/22

(.......)

diam bukan bearti aku tidak ada jawaban
diamku mungkin ingin berfikir
apa aku salah atau benar


aku tau
aku lebih banyak salah ketimbang benar
aku sadar aku belum apa-apa
aku tahu aku belum banyak mengerti
aku cukup kurang karena lebihku belum aku temukan
aku lebih sering mendengar karena aku terlalu bosan bicara
aku lebih banyak diam daripada bertindak

tahukah?
jika diamku selama ini mengandung banyak arti
aku lebih sangat tidak ingin beradu argumen tidak penting
terserah
terhadap siapapun itu
aku malas menyusun kata banyak-banyak untuk beragumen
aku bukan tipe manusia yang sering bersuara

Senja disisi ujung langit indralaya


Indralaya
Sebuah tempat yang sudah tidak asing lagi bagiku
Suhu yang lebih sering mencapai titik maksimumnya
Membuat sesosok makhluk yang bernama manusia
Enggan untuk keluar dibawah langitnya

Suhu serta udara yang jauh dari kata sahabat
Terlebih jika sudah siang dan sore
Entahlah aku dari dulu kurang suka
Siang di indralaya ini lebih kepada kita berada dipadang pasir
Panas panas dan panas

Sering aku berjalan kaki sepulang dari kampus
Menyusuri sedikit hutan kampus dan jalan kecil
Menuju kosan dengan perasaan mau menangis
Bukan sedih bukan
Tetapi  ya karena aku terlalu tidak kuat dengan panas
Panas yang menyengat kulit tangan hingga mukaku
Seperti  buka cabang saja matahari disini

Aku bahkan lebih menyukai cuaca hujan jika disini
Entah terserah, setiap waktu aku ingin hujan
Hujan itu dingin, sejuk, dan rindu
Bercampur jadi satu
Tapi aku lebih senang lagi karena
Hujan ialah rezeki air gratis dari Tuhan

Tetapi,
Jika hujan di peraduan antara sore menuju malam
Aku lebih sering mengacuhkannya
Kenapa ?
Karena disitu aku tidak bisa melihat jingga
Diujung senja
Dilangit cerah indralaya
Disetiap sudut langitnya
Seakan bercerita akan bagaimana
Setiap detik perjuangan aku disini
Dan dari dulu
Aku selalu menyukai senja
Pergantian terang menuju gelap
Waktu cahaya matahari sangat bersahabat denganku
Kolong langit yang menjadi rumahku
Dan ya senja diujung langit indralaya selalu merindu


Indralaya, 7 november 2013

2013/11/03

Selamat Mengulang Hari Pembangunan Unsri-ku :)))

minggu siang ini sekira pukul 12, saya bersama rahma (kawan sekamar saya) yang kebetulan saya indekost disini karena saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya :)))

siang yang panas ini terlihat beda dikampus, terlihat lebih ramai dari hari minggu biasanya . . mobil-mobil dikantor utama universitas terlihat beberapanya, serta bis baru unsri yang bagus dan panjang tersebut terpakir dengan manis di parkiran kantor utama BAAK . . . di Audithorium terlihat juga pemasangan tenda untuk hari spesial esok:))) iya esok adalah DIES NATALIS UNSRI :))) tapi aku lupa yang keberapanya hihihihi

yang jelas melalui ketikan diblog ini aku yang tercatat di sistem akademik UNSRI ini sebagai mahasiswi Sosiologi FISIP ini mengucapkan
 " Happy DIES NATALIS UNIVERSITAS SRIWIJAYA " Keberapapun mengulang tanggal esok selalu menjadi sebuah instansi Negeri TERBAIK di Sumsel dan terluas SE-Asia Tenggara :))) selalu mencetak Sarjana calon pemimpin Bangsa ini disetiap wisudanya, selalu menjadi kampus idaman bagi siswa pputih abuabu, selalu menjadi rumah pendidikan utama bagi mahasiswa/i-mu, selalu memberi kurikulum dan metode belajar serta modul kuliah yang berguna untuk kami . . . Selamat Hari Ulang Tahun Civitas Akademika :))))) Tetap Cerah dalam segala hal seperti Matahari dan seperti JAS kebanggaan kami > KUNING . . . semoga makin menghijau dengan terawat lingkungan mu :))))) i'am proud of you, My Sriwijaya :))))

Bica(R)a (?) (!)


Bersyukur itu mungkin salah satu cara mengindahkan karunia yang diberi Tuhan padaku. Bagaimana tidak sampai detik ini aku diberi Tuhan kaki yang normal untuk berjalan, tangan yang normal untuk bekerja sehari-hari, mata yang normal untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan, hidung yang normal untuk bernafas menghirup segarnya zat yang bernama oksigen, telinga yang normal untuk mendengar suara adzan, mulut yang normal untuk selalu melafadzkan Alhamdulillah disetiap berkahnya J
Tapi tentu tidak segalanya berjalan dengan normal, iya. Ada satu kekuranganku yang sampai sekarang kurang bisa aku handle L mungkin judul diatas ada salah satunya, maksudkan kalian dengan (R) << itu artinya aku selama 20 tahun ini absen dalam berbicara abjad ke 18 tersebut. Absen?? Kenapa?? Iya, kebetulan sama Tuhan aku diberi hadiah untuk tidak seberapa lancar berbicara abjad ke 18, mungkin maksud Tuhan agar aku tidak menjadi makhluk sombong yang merasa sempurna, iya aku diciptakan begini bukan tanpa maksud tujuan, pasti pasti ada tujuan tersendiri kenapa Tuhan begini, bisa saja agar aku tidak menjadi sombong, agar aku bisa mengerti bagaimana menjadi orang yang kurang sempurna, bisa memahami bagaimana perasaan mereka ketika dicela oleh orang lain karena kekurangan mereka, bisa lebih bersabar jika dicela dihadapan publik karena kekurangan ini, bisa lebih termotivasi bagaimana bisa menutup kekurangan ini dengan kelebihan yang aku miliki.
Maksud Tuhan banyak, tetapi sampai saat ini aku belum bisa menerjemahka maksud tersebut, seringkali aku menangis, kenapa aku harus terlahir dengan keadaan tidak bisa berbicara abjad ke 18, jangan ditanya seberapa sering aku menangis, jangan ditanya seberapa sering aku minder, jangan ditanya seberapa sering aku mengunci mulutku dihadapan publik, jangan ditanya seberapa sering aku lebih banyak diam jika dalam pergaulan, jangan ditanya aku mengapa aku malas presentasi didepan kelas, jangan ditanya kenapa aku jarang sekali bertanya ataupun menjawab pertanyaan guru baik dosen, jangan ditanya kenapa aku tiba-tiba malas berbicara jika sudah ada yang mencoba menyenggolku akibat kekurangan aku ini, jangan ditanya kenapa aku selalu tidak memiliki rasa percaya diri, jangan ditanya kenapa aku terkadang lebih suka menulis ketimbang berbicara, jangan ditanya kenapa aku lebih senang di zona nyamanku daripada harus membangun diri dilingkungan baru, jangan ditanya kenapa aku, jangan pernah bertanya mengapa aku bisa begitu, jawabanku hanya simpel > aku takut untuk memasang ekspresi tegar padahal aku menangis !
Iya aku selalu bertahan hingga sekarang dengan posisi pura-pura tegar padahal kalau boleh milih ya nangis disitu juga HAHAHA, terlalu lemah . .  yah gimana dong, kalau bisa milih aku mana mau jadi orang yang tidak sempurna seperti ini, tapi ya lagi-lagi aku hanya bisa menjalankan kehidupan atas skenario Tuhan J
Kalian tahu, faktor utama yang selalu membuat aku bertahan pada posisi seperti ini apa? Orangtuaku, iya beliau memang sempurna, beliaulah yang mampu membuat aku bertahan, beliau yang selalu membuat aku kuat agar aku bisa tetap berjalan seiringan dengan teman-temanku, mencetak prestasi sama dengan yang lain, berkontribsusi dalam segala hal, beliaulah yang kekuatan aku dikala aku terjatuh disaat ada yang lagi-lagi dengan usil mencela kekuranganku satu ini, lalu kakak-kakakku . . . ahh ketiga kakak-kakakku juga kurang sempurna dalam melafadzkan abjad ke 18 tapi mereka mampu bertahan dilingkungan lama ataupun baru yang mereka pijak, kenapa aku tak bisa ! itu faktor yang bikin aku kuat.
Terkadang aku heran dengan orang yang selalu membenarkan ucapanku, mereka sebelumnya apa tidak berfikir bagaimana jika mereka berada diposisiku, bagaimana jika mereka yang dibenarkan ucapannya, bagaimana jika mereka yang dicela, bagaimana jika mereka yang jadi bahan tertawaan, bagaimana jika mereka yang pura-pura tegar . .  ahh tapi sayangnya mereka tidak akan pernah merasakan, karena mereka alhamdulillah diberikan tingkat kesempurnaan berlebih hingga lupa mungkin ya bagaimana cara menghormati atau menghargai individu yang bagi mereka lucu tersebut.
Tapi disatu perjalanan kemarin saat aku pulang penelitian sosiologi pendidikan, kebetulan aku wanita sendiri dalam kelompok penelitian tersebut, dan aku yang memang suka sekali berfikir jika sedang sendiri lalu tiba-tiba aku mengingat kejadian tadi, ahh aku sedikit lebih berani hari ini berbicara didepan publik, ya aku bisa berbicara dengan wakil kepala sekolah disekolah yang menjadi objek penelitian aku dan KKN :”))) lalu aku juga bisa berbicara dengan 2 kelas yang menjadi objekku juga, ahh aku kurang tau keberanian aku terkadang tiba-tiba muncul HAHAHA aku kemudian berfikir aku menelusuri perjalanan hidupku yang kemarin-kemarin dan mengingat, hah ternyata aku diberi jalan didunia sosial ini oleh Tuhan ternyata yaaa untuk melatih aku berani bicara, untuk lebih bisa membangun kepercayaan diriku, untuk mungkin lebih menyiapkan aku tentang bagaimana masa depanku, iyaa aku yang sekarang kuliah dijurusan sosiologi ini dituntut untuk banyak berbicara, dan membangun percaya diriku dilingkungan baruku, ya tapi terkadang dalam kelas aku masih mengunci rapat mulutku padahal aku mengerti jawaban yang ditanya dosen dan ini masih semester 3, ayu come on bangkit . . . kasih yang terbaik dalam kuliah kamu, kasih yang terbaik untuk orangtua kamu yang telah lelah mencari biaya untuk kuliahmu. Lantas aku berfikir juga dalam bis menuju pulang ke indralaya tersebut . . apa aku perlu kursus public speaking? Jika itu bisa meningkatkan kepercayaan diriku kurasa harus dan iya J
Aku begitu mengerti bagaimana maksud dan tujuan Tuhan begini, Tuhan memberi masalah juga Tuhan memberi solusi terbaik atas apa yang ditulisnya dalam skenario hidupku, jadi Tuhan memang selalu memberi tanpa maksud tujuan . . . kenapa baru mengerti sekarang, ya kalau mengerti dari dulu tentu tidak banyak cerita, hah aku mengerti sangat mengerti kenapa aku bisa diposisi saat ini, ya itu . . . Tuhan sedang memberi aku jalan aku lebih bisa percaya diri depan umum . . . tapi perlahan, iya aku bisanya perlahan membangun ini, tidak secepat kilat . . jadi jika masih ada dengan yang sengaja merobohkan bangunan confidence-ku ini . . bisa saja aku kembali memulainya dari awal atau bahkan jika mencapai puncaknya aku harus kembali memulainya dari tengah dan jika sudah benar-benar berada dipuncak, aku cukup dengan tidak memperdulikannya karena ya apa biarkan mereka berbusa dengan tertawa renyahnya atas kekurangan aku ini, jika aku tetap memperdulikan mereka maka aku akan terus memulai dan cukup sulit berada pada tingkat percaya diri yang cukup untuk tampil sebagai “pembicara” yang baik, sekali lagi saya merasa perlu angkat topi bagi mereka yang memiliki “kekurangan” namun bisa juga membangun kepercayaan diri mereka melebihi saya ini, Proud of you J semoga saya pun bisa mengikuti jejak kalian untuk percaya bahwa sayapun bisa :))))