2015/03/21

Ada Yang Keberatan Atas Sikapmu

ini adalah cerita yang saya dapat dalam perjalanan pulang ke Indralaya dari penelitian di Palembang, saya bersama dengan teman saya yang berasal dari Bangka kebetulan naik bis siang itu sekitar pukul 4 sore

sesudah duduk dengan nyaman dalam bis yang sebenarnya tengah di udara yang hangat sekali, ada seorang perempuan masuk kemudian duduk di bangku sebrang kami

perempuan ini cantik, putih, manis, alisnya rapi sekali, hidungnya bangir, bibirnya tipis ranum, dan dia memakai kemeja putih polos kemudian di sandingkan dengan rok bunga biru serta pashmina biru bermotif, ah cantik sekali komentar saya, dan saya merasa tidak asing dengan wajahnya, tetapi saya juga bingung dia siapa sampai kemudian ada seorang teman lelaki yang duduk disebelahnya yang sangat saya hafal sekali karena sudah bersamanya 3 tahun.....

dan kurang lebih begini percakapannya
............................

A: hei, kamu! ngapain disini? mau ke Indralaya kah?
Him: nggaklah, ngapain juga kesana, kan ini sabtu yu *dengan gaya khasnya*

biar saya deskripsikan dahulu lelaki ini, dia tidaklah pemilik wajah tampan, dia juga cenderung pecicilan tapi kemudian saya tahu bagaimana dia setelahnya saya mengenal 3 tahun lalu dengan adanya hal ini...

A: oh, kirain geh mau ke Indralaya, lalu ngapain disini?
Him: ini sebelah *sambil matanya melirik ke perempuan tadi*
A: *paham* oalah iya tau tau! dari mana kamu dan dia siapa? *berbicara sambil berbisik*
Him: pacar, yu! dari kampus bukit nih, kan ada acara kampus kita, event inilah, tau kan? nah dia ikut testnya
A: ah pantes

lalu disini mulai adanya percakapan hanya dengan gerakan mulut yang kemudian begini kurang lebih jika tidak salah saya menangkap karena hanya dari gerakan mulutnya saja, dan ini juga karena saya menggunakan masker jadi hanya berbicara lewat mata dan dia lewat mulut
.................


A: WHY *mata saya menyipit karena tertawa melihat dia hanya diam tanpa komunikasi dengan pacarnya dalam bis*
Him: SUMPAH PENING AKU, PUSING, SERBA SALAH DARI TADI, DIEM AJA DIA, HARUS GIMANA COBA
A: WHY????
Him: NGGAK TAU DARI TADI MARAH SAMA AKU, PADAHAL UDAH AKU ANTER KEMANA DIA, UDAH AKU TUNGGUIN NIH, MASIH AJA MARAH
A: *KETAWA DARI DALEM MASKER*
Him: entahlah pusing aku, Yu!!!


kemudian bis kami berangkat, dan dia turun setelah sebelumnya pamit dengan kekasihnya dan dengan saya dan teman seangkatan kami juga yang duduk denganku gadis bangka ini.

saat pamit, wajah perempuannya temanku masih diam, tidak bicara atau bahkan cuek saat temanku tersebut turun bis dan berusaha juga membujuk untuk jangan marah..

lalu setelahnya apa yang terjadi setelah teman saya pergi dari bis dan perempuan cantik tadi lakukan, dia tersenyum senang karena baru saja mendapat bujukan atau rayuan untuk jangan marah dan mungkin teman saya tadi minta maaf juga. Ya, gadis tadi senang, tersenyum renyah sementara pacarnya turun bis dengan gelisah. gadis tadi mungkin kelewat ingin dikhawatirkan, bisa begitu
.....................

hai, gadis cantik sebrang bangku di bis
taukah kamu?
ada lelaki yang berusaha mengiyakan kemauan kamu
ada lelaki yang berusaha mengantarkan kemana hatimu berkehendak
ada lelaki yang bersedia membujuk kamu agar jangan merajuk
ada lelaki yang bersedia menyisihkan waktunya untuk sekedar menemanimu beraktifitas
ada lelaki yang secara rela menunggui kamu dikesibukannya
serta ada lelaki yang keberatan atas sikap kamu

mengapa?
kamu memang pacarnya, kamu bahkan berhak bersikap begitu
tapi tahukah?
dia keberatan atas sikap kamu, dia bahkan tidak mengerti apa salahnya, dia bahkan tidak sadar bahwa kamu jika sedang ingin berdrama, dia bahkan tidak tahu bahwa kamu ingin dikhawatirkan secara berlebihan

perempuan cantik, boleh saja dan sahih jika kamu menerapkan bahwa perempuan selalu benar, namun tidakkah kamu melihat lelakimu mengeluh sepanjangan dibelakangmu?
tidakkah kamu sadar sikapmu yang berlebihan seperti itu membuat dunianya semakin saja rumit..

jadi hal tadi memberi saya sebuah kesimpulan :

ada waktunya, ada kondisinya untuk berpura-pura merajuk, ada kalanya memang kita sebagai perempuan ingin diperhatikan secara lebih dibanding dengan dunianya, ada saatnya kita juga mengerti bahwa lelaki pun ingin kita bersikap tidak berlebihan dalam sebuah hubungan. bersikaplah dewasa, berterima kasihlah atas dia yang menyisihkan waktunya untuk kita, karena status yang sebagai pacar bisa jadi hanya ditempatkan di urutan kesekian dalam hidupnya.

serta, jangan biarkan dia mengeluh dibelakang kamu atas sikap childish kamu, sangat tidak menyenangkan bukan dia penuh kepuraan berbahagia di depan kamu. ah iya, rupanya ada yang tidak setuju atas sikap kamu, gadis.....

2015/03/11

Tips dan trik (yang nggak seberapa) dalam naik kereta api


kan lagi musim ya nulis tentang travelling gitu, anyway karena gue jarang travelling, jadi disini gua sih cuma mau nulis tentang pengalaman dan sedikit berbagi tips dan trik jika mau naik si lokomotif jalur Palembang - Lampung atau kalau mau disebut lebih lengkap itu nama stasiunnya St. Kertapati- St. Tanjung Karang. berikut adalah tips dan trik ala ala yang mau di share, apalagi buat pemula yang belum pernah naik kereta api kayaknya sih penting ya, karena ini gue tulis berdasarkan pengalaman pribadi gue waktu awal-awal nyoba si lokomotif ini :

1. Pilih kelas yang super nyaman buat perjalanan panjang melelahkan antara palembang - lampung. 
nyaman disini itu maksudnya nyaman sama tempat duduk yang empuk, ada pijakan kaki, selimut, bantal, ya sebut saja ini kelas executive. macem anak kost menengah ngehe macem gue ini, kadang kondisi ini nggak nyaman buat dompet, apalagi kalau misal uang yang tersisa di detik-detik mudik tinggal beberapa helai soekarno-hatta aja. tapi ya gue selama beberapa kali naik kereta selalu kelas executive sih hahaha ya gimana kan yang beli tiket secara emak gue, jadi ya jelas nggak ada masalahlah di urusan kenyamanan dompet gue. btw, kelas ini juga enak banget, gue kasih tau aja ya, kan biasanya ada banyak tuh stasiun yang diberhentiin buat ngangkut penumpang, nah selalu ada penjual kereta yang masuk-masuk ke gerbong gitu. di kelas EXECUTIVE ini pedagang nggak masuk ya gaes, NGGAK MASUK, inget, jadi mereka cuma nawarin di pintu sambungan gerbong aja. ENAKKAN!! bisa tidur nyenyak selama perjalanan, nggak kerasa udah sampe aja lampung, pokoknya adem pisan lah di kelas ini. jadi kalau mau mudik tuh ya, uangnya bener-bener harus dalam kondisi nyaman biar kebeli juga tiket kereta kelas yang nyaman HAHA

2. Bawa makan dan minum sendiri.
dih, gue mah dari awal naik kereta juga udah tau kalau harga makan minum disitu pasti mihilsss banget. jadi pas pertama kali menyandang status pengguna kereta, gue mah udah siap sedia minum bawa dari kost (ini sih hemat atau bokek) tapi buat makannya nggak bawa karena belum tahu kalau di kereta itu bakal lama banget menghabiskan waktu hampir seharian penuh. tapi karena pas awal naik kereta itu gue bareng sama temen gue yang di anter sama pacarnya dan di bawain snack segaban dan roti bakar sebungkus jadilah pengalaman pertama naik kereta lepas dari drama laper semaleman. tapi sumpah makanan di kereta itu mahal apalagi buat anak kost yang tahulah menengah ngehe gini, per porsi nasi goreng yang porsinya bagi gue cuma jadi beberapa sendok itu 15rb malihhh. tapi wajar sih mahal gini, secara jualnya di atas kereta dan sepanjang perjalanan itu kan hutan, coba mana ada yang buka resto 24jam macem warteg gitu, jadi ya memang sudah sesuai tempat sih memang harganya. tapi ya gitu buat anak kost macem gue tiap naik kereta mah selalu bawa bekel macem mau piknik gitu segala nasi lauk sama minum bawa semua dari kost (inimah bokek).

3. Beli tiket maksimal dua hari sebelum hari H.
ini sih penting banget, bayangin aja lo mau naik kereta hari senin malem, eh senin sore masih sibuk cari tiket, gue mah males begini. ribet, trus nggak bisa maksimal packingnya. jadi gue saranin beli tiket  maksimal paling lama 2 hari sebelum berangkat. sekarang mah udah canggih ya gaes, beli aja di swalayan yang bertebaran macem otak yang lelah bangsa abis Uas ini, jadi pas di stasiun udah tinggal duduk manis, cuci mata kalo ada pemandangan cakep dan siap-siap antri di jalur yang bertuliskan "TUKAR TIKET" nah itu jangan di bagian beli tiket jangan. biasanya jalur tukar tiket lebih sepi daripada beli tiket on the spot, lalu kalo tukar tiket juga kalo bisa mah pas rute masuk ke dalam ruang tunggu AC udah di buka baru tuker, jadi abis duduk manis di peron itu bau ketek apalagi kalo ke stasiun naik bis, nah langsung tuker tiket terus masuk deh ke ruang tunggu kelas executive. dan pentingnya tiketnya harus asli yaa, sebagai warga negara yang baik kan emang harus gitu beli tiket yang asli.

4. Harus sudah di stasiun minimal 1 jam sebelum kereta berangkat.
ya ini mah tips buat yang ke stasiun di anter macem pacar, temen, atau bahkan keluarga. kalo gue yang di sumatera selatan ini sebatang kara doang pas mau mudik ya udah deh jam 8 malem berangkat jam 4 sore udah nongkrong dengan muka masem karena bete kelamaan nunggu ini. ya karena gue ke stasiun naik bis ceee dari kost, jaraknya kan 32km jadi gue sebagai anak kost inikan nggak beranian naik travel pribadi apalagi sendiri, jadilah naik bis, nah bisnya sendiri abis jam 4 sore jadi deh gue naik bis jam segitu. tapi kalau misal ada yang anter atau tempat bersinggah atau mau nongki-nongki dulu di mall palembang yang banyak pilihan itu ya manggaaa, jadi sebelum mudik kan bisa jejalan dulu di palembang.

5. Bawa sedikit barang saja.
sumpah ini penting banget, gue kapok bawa barang banyak pas mudik yang kedua kalau nggak salah ya karena waktu itu bawa pempek se tas yang gedenya segede gaban itu, dan di tambah bawa ransel dan tas baju. hih kalau inget dulu pernah dodol bawa barang segitu banyak mudik rasanyaaaa males amat, tapi itu pertama dan terakhir bawa barang banyak, percayalah. sekarang gue kalo mudik bawanya cuma 1 tas ransel "my browny" yang cute itu sambil mungkin kalo lagi ada uang lebih bawa pempek 1 kardus keciiiiillllll banget buat oleh-oleh ke lampung yang ujung-ujungnya kalau sampe rumah itu pempek yang makan ya gue doang! oke, bawa sedikit ajaa, sebagai mahasiswa kan ngapain gitu bawa banyak-banyak barang, nikmati masa muda mudik dengan sedikit bawaan, nanti kalau mudik udah berkeluarga pasti banyak, hih rugi kalau pas muda mudik juga bawa barang banyak.

6. Cari ruang tunggu yang AC.
macem gue yang bawel gini apalagi kalau ada asap rokok, pasti maunya yang tempat sejuk adem gitu, makanya setelah check tiket sama petugas, gue mah doyannya langsung ke waiting room (WR) yang AC di St. Kertapati, cari aja letaknya mah ujung deket jalan mau ke kereta api, didalem WR itu ada tv lcd yang boleh dengan sesuka hati kita hidupin/pindah channel/ atau kalau berisik matiin aja sekalian. sofa yang nyamaan macem di kerajaan gitu karena saking gedenya gue pernah tidur-tiduran sambil nunggu jadwal berangkat kereta disitu, toilet yang sepertinya bersih (karena belum pernah masuk) dan tentunyaaa bebas smoking. dijamin WR AC ini super duper endeeuuss buat nunggu naik kereta.

7. Gantian Sholat.
nah ini yang harus selalu diingetin dan tetap waspada, karena kan bukannya suudzon ya cuma kita mau mudik nih, masa iyaaa nanti tiba-tiba uang yang nggak seberapa dan gadget tiba-tiba raib, bisa nangis darah gue. nah untuk itu, kalau mudiknya sama temen, kelebihannya pas sholat gitu bisa gantian buat jaga barang, ya karena gue pernah sendirian mudiknya jadi agak kesulitan jaga barang dan satu-satunya cara ya cari barengan pas sholat dan barang bawaan di letakkan di depan kita pas sholat.

8. Pakai pakaian yang nyaman.
ya kali mau naik kereta api pake kebaya kan nggak mungkin malihh, makanya pas mudik usahain pake aja baju yang sesimple mungkin contoh pake kaos panjang, jeans, dan sepatu macem converse, flat, atau sandal simple, ya bayangin ajeee mau naik kereta pake heels, dih gue mah ogah, ribet iye yang ada. kostum gue selama ini mah simple mulu macem gitu yang gue tulis, nah buat jilbabnya pake aja jilbab segitiga sifon gitu, nggak usah di buat model pashmina macem-macem (tapi kalau nyaman ya nggak apa) atau macem turban mau kondangan gitu, simple ajaa jilbabnya dan jangan lupa bawa jilbab cadangan yang langsung slep ituuu, jadi pas malem mau tidur bisa ganti dan nyenyak tidur sampe Lampung deh.

9. Cari temen yang enak.
penting ini, kalau mau mudik apalagi sama temen mah harus cari yang nggak bawel, enyek-enyek gitu, trus banyak ngeluh apalagi kalau naik kelas bisnis yang tiap berhenti di stasiun selalu berisik macem pasar itu. cari yang memang sudah kebiasa jalan jauh, yang bisa di andalin bergantian kalau kita butuh dan dia butuh, pokoknya yang bisa saling bantu, dan yang terpenting kita nyaman sama diaa selama perjalanan.


yaaa segitu dulu deh ya review singkat nggak penting dari gue, itu sih tips ala-ala gue ini, semoga membantu apalagi buat yang pemula nyobain lokomotif yang menurut gue sih enak dan enak sebagai kendaraan pilihan buat mudik dari St. Kertapati (Palembang) dan St. Tanjung Karang (Lampung), dan intinyaa yang paling penting saat naik kendaraan umum begini ialah jaga diri sebaik mungkin, keselamatan kita nomor 1 biar teteup bisa liburan ketemu orangtua dan saudaraa tercinta dirumah.


2015/03/08

Tentang Menulis

ditengah hingar bingar akan minggu ujian di bangku kuliah, aku kembali menyapa hangat catatan kaki yang ku beri nama d'Purple ini

tentang menulis
entah sejak kapan tepatnya aku mulai menyukai menulis, mengetik huruf-huruf di laptop kesayangan untuk kemudian di post disini
tentang apa saja
sesuka hatiku, sesuai dengan apa yang sedang aku rasa, bahkan sedikit fiktif apabila tidak ada cerita menarik dari nyatanya duniaku
bukan bermaksud berbohong, karena aku senang berimajinasi, aku senang berkhayal, hingga khayalan itu sering saja terjadi nyata dalam duniaku, banyak orang menyebutnya ini de javu. tapi aku tidak terlalu menggubris entah itu de javu atau bukan, yang jelas aku suka sekali berimajinasi dan berkhayal selain tentunya aku tidak berlebihan akan dunia nyataku.

ah, iya, menulis. aku pertama hobby membaca, tepatnya membaca novel, klasik memang. semua orang juga suka membaca novel
namun, bagiku membaca novel memberi sedikit banyak pemahaman bahwa kadang hidup perlu berimajinasi agar tetap waras, begitulah

dari sekedar membaca novel, aku juga senang membaca tulisan-tulisan orang lain di blog, everything, tentang kuliner, travelling, biografi, karier and etc. aku suka membaca, aku suka membangun imajinasi atas tulisan yang aku lihat. seperti kataku, tulisan bisa sama dilihatnya, namun imajinasi akan tertuang berbeda disetiap kepala

berbicara tentang menulis, aku masih perlu banyak sekali latihan, masih perlu banyak mereview tulisan orang lain, aku ingin menulis semengalir adanya kisah yang akan dituangkan, aku ingin menulis dengan tatanan bahasa yang rapi dan enak dipadu padankan, aku ingin menulis dari hati melalui mata dan tertuang lewat jemariku

aku mulai jatuh cinta akan menulis, aku mulai mengerti segala cerita bukan hanya baik untuk disimpan dimemori pribadi, segala cerita juga lebih baik bisa dibagi dalam bentuk tulisan, membagi penglihatan kita terhadap orang lain, membangun ekspektasi yang cukup tidak perlu berlebihan adanya

tentang menulis, aku menyebut ini sebagai kesukaan dan kecintaan yang ku samakan dengan kesukaan dan kecintaan aku akan memasak
aku tidak pernah bosan, tetapi aku butuh jeda diantaranya agar jika berproduksi hasilnya lebih maksimal, aku telah jatuh cinta berkali-kali terhadap sebuah tulisan, sebuah rangkaian kata yang aku jadikan kalimat-kalimat penyeimbang obat kewarasan

tentang menulis, aku menuangkan segala kecintaan aku terhadap segala hal dalam hidupku, segala hal yang hanya bisa aku lihat dengan mataku, namun dengan lapangnya aku tulis yang dengan nantinya walau ingatan tidak lagi sempurna setidaknya masih ada kata yang akan menjelaskan bahwa aku pernah dengan senang dan tegar melewati tahapan dan proses perubahan dalam hidupku, ya ini tentang menulis ku, tentang kecintaan aku terhadap kata yang tiada akan habisnya selalu akan memenuhi bahkan menyesakkan ruang fikir kepalaku. 

2015/03/01

Jadi, masih ada sisa?

percakapan siang dengan seorang teman disaat menunggu pengajar masuk kelas

A: jadi sudah tidak ada lagi galau yang tersisakan ketika belum dikabari?
D: tidak ada
A: aku sudah menebak, karena ini semua apa yang benar-benar kamu butuhkan
D: *menangis* tapi...
A: kenapa?
D: aku masih menyimpan rindu akan seorang yang terus menetap disatu ruang khusus yang ku sisakan dalam hatiku, diruang yang berbeda tentunya dengan pengisi hariku saat ini, yang jelas ruangan ini tidak boleh dibuka oleh siapapun, tidak boleh di bersihkan oleh siapapun, karena jelas hanya dia yang layak menempati
A: sisa masa lalu?
D: bukan sekedar masa lalu seperti lainnya, namun bisa dipastikan itu masa lalu cukup rapi tersimpan dengan baik dan tidak ada goresan didalamnya
..................
(kurang lebih seperti itu percakapannya)



bisa dilihat, percakapan diatas bukan sekedar basa-basi seorang teman yag bertanya apakah sudah bahagia ia sekarang setelah mendapatkan yang ia mau, yang menurut lingkungannya ia seorang yang tepat, seorang yang (mungkin) pasti bisa di andalkan untuk sebuah rencana masa depan
terlalu dini untuk memikirkan masa depan, tapi sebagai seorang wanita rasanya terlalu munafik bila tidak memikirkan masa depannya untuk sebuah kata aman bersama orang yang tepat baik menurut keyakinan, fikiran, gerak tubuh, bahkan hingga lingkungan sosial.
berbicara masa depan, akan ada sebuah antonim dari masa lalu yang tentu tidak dapat dipisahkan
perbincangan diatas, bukan sedang membandingkan ruang hati yang disediakan untuk masa depan yang masih tetap ada untuk masa lalu
tidak! masa depan selalu mempunyai ruang yang lebih banyak ketimbang masa lalu
jika boleh beragumen tentang pembicaraan tersebut, saya berfikir, benar adanya kenangan masa lalu mau dibuang sejauh apapun (ini terjadi apabila masa lalu yang terjadi sangat brengsek) pasti akan tetap teringat apalagi masih berada dilingkungan yang lama, namun ketika masa lalu mau disimpan sebaik apapun terlebih memang dia paling berjejas dalam ingatan dan masih tetap dilingkungan yang sama atau sudah berbeda bisa dibilang akan tetap ada satu ruang khusus untuknya.

satu ruang khusus untuknya?
bukan perkara masih ingin mengulang kisah yang sama atau masih terus menerus teringat akan nama yang tersisa di satu ruang tersebut, bisa dibilang masa lalu tersebut memang masih berbekas sebegitunya, kenangan itu terlebih ia memang tidak sama sekali menggoreskan luka di hati serta tidak pernah menyesakkan ruang fikiran dengan ulahnya maka bisa dipastikan ia memang masih akan terus tinggal disana, rapi, tersedia untuknya, kecil memang tempatnya, namun tetap tersedia, malah jika dibandingkan dengan ruang khusus untuk masa depan bisa dibilang ini hanya 20% yang disediakan, sekali lagi bukan ingin kembali kepadanya, hanya sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan bahwa telah mempertemukan kita dengan orang sebaik dia, orang yang mengajarkan kita bahwa ketika masih ada rasa yang tersisa tidak harus dilupakan ketika tidak lagi bersama, simpan rapi karena ia memang pantas disimpan rapi untuk sebuah kenangan

lantas apakah ini menyakiti pemilik masa depan? tidak, segala sesuatu tidak harus benar-benar dipaksakan utuh, segala sesuatu tidak harus maksimal menguasai wilayah, tapi yang harus diingat segala sesuatu yang ada didepan harus benar-benar dijaga sepenuhnya agar kelak ruang yang tadinya hanya disediakan 80% bisa sedikit mengikis dan mengalahkan 20% tersebut dan waktu yang akan berbicara bahwa masa lalu boleh disimpan tetapi yang boleh dirawat untuk kemudian menjadikan kita lebih baik hanya masa depan, begitu kiranya? saya rasa iya....