ini adalah cerita yang saya dapat dalam perjalanan pulang ke Indralaya dari penelitian di Palembang, saya bersama dengan teman saya yang berasal dari Bangka kebetulan naik bis siang itu sekitar pukul 4 sore
sesudah duduk dengan nyaman dalam bis yang sebenarnya tengah di udara yang hangat sekali, ada seorang perempuan masuk kemudian duduk di bangku sebrang kami
perempuan ini cantik, putih, manis, alisnya rapi sekali, hidungnya bangir, bibirnya tipis ranum, dan dia memakai kemeja putih polos kemudian di sandingkan dengan rok bunga biru serta pashmina biru bermotif, ah cantik sekali komentar saya, dan saya merasa tidak asing dengan wajahnya, tetapi saya juga bingung dia siapa sampai kemudian ada seorang teman lelaki yang duduk disebelahnya yang sangat saya hafal sekali karena sudah bersamanya 3 tahun.....
dan kurang lebih begini percakapannya
............................
A: hei, kamu! ngapain disini? mau ke Indralaya kah?
Him: nggaklah, ngapain juga kesana, kan ini sabtu yu *dengan gaya khasnya*
biar saya deskripsikan dahulu lelaki ini, dia tidaklah pemilik wajah tampan, dia juga cenderung pecicilan tapi kemudian saya tahu bagaimana dia setelahnya saya mengenal 3 tahun lalu dengan adanya hal ini...
A: oh, kirain geh mau ke Indralaya, lalu ngapain disini?
Him: ini sebelah *sambil matanya melirik ke perempuan tadi*
A: *paham* oalah iya tau tau! dari mana kamu dan dia siapa? *berbicara sambil berbisik*
Him: pacar, yu! dari kampus bukit nih, kan ada acara kampus kita, event inilah, tau kan? nah dia ikut testnya
A: ah pantes
lalu disini mulai adanya percakapan hanya dengan gerakan mulut yang kemudian begini kurang lebih jika tidak salah saya menangkap karena hanya dari gerakan mulutnya saja, dan ini juga karena saya menggunakan masker jadi hanya berbicara lewat mata dan dia lewat mulut
.................
A: WHY *mata saya menyipit karena tertawa melihat dia hanya diam tanpa komunikasi dengan pacarnya dalam bis*
Him: SUMPAH PENING AKU, PUSING, SERBA SALAH DARI TADI, DIEM AJA DIA, HARUS GIMANA COBA
A: WHY????
Him: NGGAK TAU DARI TADI MARAH SAMA AKU, PADAHAL UDAH AKU ANTER KEMANA DIA, UDAH AKU TUNGGUIN NIH, MASIH AJA MARAH
A: *KETAWA DARI DALEM MASKER*
Him: entahlah pusing aku, Yu!!!
kemudian bis kami berangkat, dan dia turun setelah sebelumnya pamit dengan kekasihnya dan dengan saya dan teman seangkatan kami juga yang duduk denganku gadis bangka ini.
saat pamit, wajah perempuannya temanku masih diam, tidak bicara atau bahkan cuek saat temanku tersebut turun bis dan berusaha juga membujuk untuk jangan marah..
lalu setelahnya apa yang terjadi setelah teman saya pergi dari bis dan perempuan cantik tadi lakukan, dia tersenyum senang karena baru saja mendapat bujukan atau rayuan untuk jangan marah dan mungkin teman saya tadi minta maaf juga. Ya, gadis tadi senang, tersenyum renyah sementara pacarnya turun bis dengan gelisah. gadis tadi mungkin kelewat ingin dikhawatirkan, bisa begitu
.....................
hai, gadis cantik sebrang bangku di bis
taukah kamu?
ada lelaki yang berusaha mengiyakan kemauan kamu
ada lelaki yang berusaha mengantarkan kemana hatimu berkehendak
ada lelaki yang bersedia membujuk kamu agar jangan merajuk
ada lelaki yang bersedia menyisihkan waktunya untuk sekedar menemanimu beraktifitas
ada lelaki yang secara rela menunggui kamu dikesibukannya
serta ada lelaki yang keberatan atas sikap kamu
mengapa?
kamu memang pacarnya, kamu bahkan berhak bersikap begitu
tapi tahukah?
dia keberatan atas sikap kamu, dia bahkan tidak mengerti apa salahnya, dia bahkan tidak sadar bahwa kamu jika sedang ingin berdrama, dia bahkan tidak tahu bahwa kamu ingin dikhawatirkan secara berlebihan
perempuan cantik, boleh saja dan sahih jika kamu menerapkan bahwa perempuan selalu benar, namun tidakkah kamu melihat lelakimu mengeluh sepanjangan dibelakangmu?
tidakkah kamu sadar sikapmu yang berlebihan seperti itu membuat dunianya semakin saja rumit..
jadi hal tadi memberi saya sebuah kesimpulan :
ada waktunya, ada kondisinya untuk berpura-pura merajuk, ada kalanya memang kita sebagai perempuan ingin diperhatikan secara lebih dibanding dengan dunianya, ada saatnya kita juga mengerti bahwa lelaki pun ingin kita bersikap tidak berlebihan dalam sebuah hubungan. bersikaplah dewasa, berterima kasihlah atas dia yang menyisihkan waktunya untuk kita, karena status yang sebagai pacar bisa jadi hanya ditempatkan di urutan kesekian dalam hidupnya.
serta, jangan biarkan dia mengeluh dibelakang kamu atas sikap childish kamu, sangat tidak menyenangkan bukan dia penuh kepuraan berbahagia di depan kamu. ah iya, rupanya ada yang tidak setuju atas sikap kamu, gadis.....
sesudah duduk dengan nyaman dalam bis yang sebenarnya tengah di udara yang hangat sekali, ada seorang perempuan masuk kemudian duduk di bangku sebrang kami
perempuan ini cantik, putih, manis, alisnya rapi sekali, hidungnya bangir, bibirnya tipis ranum, dan dia memakai kemeja putih polos kemudian di sandingkan dengan rok bunga biru serta pashmina biru bermotif, ah cantik sekali komentar saya, dan saya merasa tidak asing dengan wajahnya, tetapi saya juga bingung dia siapa sampai kemudian ada seorang teman lelaki yang duduk disebelahnya yang sangat saya hafal sekali karena sudah bersamanya 3 tahun.....
dan kurang lebih begini percakapannya
............................
A: hei, kamu! ngapain disini? mau ke Indralaya kah?
Him: nggaklah, ngapain juga kesana, kan ini sabtu yu *dengan gaya khasnya*
biar saya deskripsikan dahulu lelaki ini, dia tidaklah pemilik wajah tampan, dia juga cenderung pecicilan tapi kemudian saya tahu bagaimana dia setelahnya saya mengenal 3 tahun lalu dengan adanya hal ini...
A: oh, kirain geh mau ke Indralaya, lalu ngapain disini?
Him: ini sebelah *sambil matanya melirik ke perempuan tadi*
A: *paham* oalah iya tau tau! dari mana kamu dan dia siapa? *berbicara sambil berbisik*
Him: pacar, yu! dari kampus bukit nih, kan ada acara kampus kita, event inilah, tau kan? nah dia ikut testnya
A: ah pantes
lalu disini mulai adanya percakapan hanya dengan gerakan mulut yang kemudian begini kurang lebih jika tidak salah saya menangkap karena hanya dari gerakan mulutnya saja, dan ini juga karena saya menggunakan masker jadi hanya berbicara lewat mata dan dia lewat mulut
.................
A: WHY *mata saya menyipit karena tertawa melihat dia hanya diam tanpa komunikasi dengan pacarnya dalam bis*
Him: SUMPAH PENING AKU, PUSING, SERBA SALAH DARI TADI, DIEM AJA DIA, HARUS GIMANA COBA
A: WHY????
Him: NGGAK TAU DARI TADI MARAH SAMA AKU, PADAHAL UDAH AKU ANTER KEMANA DIA, UDAH AKU TUNGGUIN NIH, MASIH AJA MARAH
A: *KETAWA DARI DALEM MASKER*
Him: entahlah pusing aku, Yu!!!
kemudian bis kami berangkat, dan dia turun setelah sebelumnya pamit dengan kekasihnya dan dengan saya dan teman seangkatan kami juga yang duduk denganku gadis bangka ini.
saat pamit, wajah perempuannya temanku masih diam, tidak bicara atau bahkan cuek saat temanku tersebut turun bis dan berusaha juga membujuk untuk jangan marah..
lalu setelahnya apa yang terjadi setelah teman saya pergi dari bis dan perempuan cantik tadi lakukan, dia tersenyum senang karena baru saja mendapat bujukan atau rayuan untuk jangan marah dan mungkin teman saya tadi minta maaf juga. Ya, gadis tadi senang, tersenyum renyah sementara pacarnya turun bis dengan gelisah. gadis tadi mungkin kelewat ingin dikhawatirkan, bisa begitu
.....................
hai, gadis cantik sebrang bangku di bis
taukah kamu?
ada lelaki yang berusaha mengiyakan kemauan kamu
ada lelaki yang berusaha mengantarkan kemana hatimu berkehendak
ada lelaki yang bersedia membujuk kamu agar jangan merajuk
ada lelaki yang bersedia menyisihkan waktunya untuk sekedar menemanimu beraktifitas
ada lelaki yang secara rela menunggui kamu dikesibukannya
serta ada lelaki yang keberatan atas sikap kamu
mengapa?
kamu memang pacarnya, kamu bahkan berhak bersikap begitu
tapi tahukah?
dia keberatan atas sikap kamu, dia bahkan tidak mengerti apa salahnya, dia bahkan tidak sadar bahwa kamu jika sedang ingin berdrama, dia bahkan tidak tahu bahwa kamu ingin dikhawatirkan secara berlebihan
perempuan cantik, boleh saja dan sahih jika kamu menerapkan bahwa perempuan selalu benar, namun tidakkah kamu melihat lelakimu mengeluh sepanjangan dibelakangmu?
tidakkah kamu sadar sikapmu yang berlebihan seperti itu membuat dunianya semakin saja rumit..
jadi hal tadi memberi saya sebuah kesimpulan :
ada waktunya, ada kondisinya untuk berpura-pura merajuk, ada kalanya memang kita sebagai perempuan ingin diperhatikan secara lebih dibanding dengan dunianya, ada saatnya kita juga mengerti bahwa lelaki pun ingin kita bersikap tidak berlebihan dalam sebuah hubungan. bersikaplah dewasa, berterima kasihlah atas dia yang menyisihkan waktunya untuk kita, karena status yang sebagai pacar bisa jadi hanya ditempatkan di urutan kesekian dalam hidupnya.
serta, jangan biarkan dia mengeluh dibelakang kamu atas sikap childish kamu, sangat tidak menyenangkan bukan dia penuh kepuraan berbahagia di depan kamu. ah iya, rupanya ada yang tidak setuju atas sikap kamu, gadis.....